Alkisah tentang seorang saudagar kaya yang akan membawa barang dagangannya ke suatu tempat.
Saat itu belum ada alat transportasi yang bisa digunakan, jadi saudagar itu menggunakan jasa kuli angkut untuk membawa barang dagangannya.
Lama perjalanan diperkirakan 3 hari, oleh karena itu, selain membawa barang dagangan si saudagar juga membawa bekal makanan untuk 3 hari.
Pada hari keberangkatan, disewalah 5 orang kuli angkut untuk membawa barang, para kuli angkut berebut mengambil barang yang menurut mereka bisa diangkat.
Hanya seorang pemuda yang tidak ikut berebut, dia malah memilih bungkusan paling besar yang tidak diambil oleh kuli angkut lain, yang berisi bekal makanan untuk di jalan.
Para kuli angkut yang lain mentertawakan si pemuda, karena tubuhnya paling kecil diantara mereka tapi memilih barang bawaan yang paling besar.
Berangkatlah mereka, setengah hari perjalanan mereka berhenti untuk istirahat makan, barang bawaan si pemuda pun berkurang,… begitulah seterusnya…, setiap kali istirahat…, barang si pemuda berkurang.
Sampai akhirnya ketika tiba di tempat tujuan…, semua kuli kelelahan, sedangkan si pemuda… dengan tubuh segar bugar berjalan lenggang kangkung sambil menjinjing bungkusan kosong bekas makanan.
Hikmah : kadang apa yang dilihat bisa menipu.
( diceritakan kembali dari Si Kuncung, dengan bahasa sendiri )
Belum Ada Tanggapan
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar




